Keserasian Langit
Saatku mulai beranjak, mengenai perihal
antara aku dengan penyatuan molekul-molekul yang ada di titik rasa. Berputar di
semenajung ke elokan rupa-rupa yang terus tertawa melewati bintik-bintik asa
yang di rasakan pada musim ini.
Hujan terus turun, kaca-kaca yang aku
lalui berembun lembut. Saat itu pula semua rasa menajdi embun yang sama, kali
ini setitik air yang mulai mencair dari embun tersebut menuruni perlahan-lahan
kaca itu dan mulai menghilang. Entah menghilang kemana, mungkin pergi ke
celah-celah kecil yang membuat ia teralir lagi menjadi hujan lagi dan menjadi
embun lagi dan akhirnya bertemu awan sehingga begitu seterusnya.
Aku memantaskan dengan pakean apa hari
ini, tetap saja tidak ada yang merasakan sesuatu yang perlu di obrolkan dari
segi memantaskan tampilan ini. tampilan, hanya sebatas aku yang berpenampilan
yang mengenakan pakean yang bagus di anggap semua orang tau. Layak, keren,
sederhana, atau kayakah. Semuanya bertemu dengan keadaan seperti ini, sehingga
membuatnya lebih banyak mencari pakean-pakean yang jujur. Dan di ketahui jarum
yang membuat baju tersebut sedikit banyak tidak menggunakan perasaan lagi.
Berawal dan bermula dari aku yang sedang tidak mau berbagi kepada siapapun
mengenai diriku. Jahit menjahit adalah sebuah perasaan bagiku, sehingga itulah
aku memantaskan apa yang di inginkan oleh langit.
Langit mau memantaskan apa terhadapku,
mengenai pakean-pakean sobek yang mendukung wajah kasihanku sehingga bisa di
berikan beberapa rupiah untuk mendapat wejangan yang layak hari ini. dan kurasa
aku tidak mendapat cibiran mengenai hal itu. tidak mungkin. Aku bukan bagian
dari hal itu, seandainya perlukah aku memantaskan diri terhadap langit. Bagiku sebuah kepantasan ketika langit
tersebut berceloteh dengan suara gemuruh yang sudah terkira langit terlihat
marah. Apakah dengan pakean lainnya yang bisa membuat langit bergembira, kurasa
tidak. Namun ku yakin iya bahwa ada hal yang lain dari langit, tetapi aku tidak
tau isi hatinya. Bisa saja hal lainya. Di bilang luarnya langit semuanya memang
seperti itu, seperti yang terlihat dalam waktu 20 tahun ini.
Langit bukan apa-apa yang membuat menajdi
gusar. Kediaman yang langit pendam tidak menyangkut perihal apa yang aku pakai.
Isi, kosong, lalu ku isi lagi hingga sampai seterusnya dan akhirnya kosong
selamanya. Akankah langit bertepuk tangan lalu menangis sebab aku sudah tidak
mampu lagi mengenakan hal tersebut yang membuat aku lebih leluasa untuk
bergerak berkomunikasi.
Jangan memberikan aku sebuah kesimpulan
yang telanjang terhadap hal yang menyenangkan ketika mengahadapi hal ini. hal
ini adalah hal tersebut terhadap hal-hal yang ku anggap pantas dan aku ambil. Sepertinya
langit tidak memusingkan itu. mengenai apa ia bergemuruh lagi, aku rasa
mengenai suatu alasan yang tidak bisa di anggap percuma untuk menjenguk langit
saat ia berkeluh kesah. Entah kepada siapa. Ini adalah suatu hal yang tabu
ataupun tidak tabu. Yang aku rasa inilah suatu hal yang baru dalam berbagi
emosi masing-masing terhadapmu langit. Tidak pernah berhenti, langit tidak
pernah berhenti untuk diam. Sehingga di sadari memang pekerjaannya hanya diam. Langit
selalu memperhatikan aku sebagai mahluk. Semuanya makhluk, terkadang aku sering
memperhatikan langit. Di tempat, wilayah, dan tanah berbeda. Apa yang langit
minta, kurasa tidak ada.
Suatu kali langit. Kita bisa bercengkerama
dengan hal lain. Di alam lain, bahkan waktunyapun berhenti. Langit kritisi aku.
Aku meminta begitu, namun tidak pernah
aku lontarkan terhadapmu langit. Apalagi dalam hal mengenai terang-terngan yang
sangat di sukai orang-orang timur dalam segi to dopoint. Apakah langit mengerti
akan hal itu. kurasa mengerti, kurasa pula tidak sama sekali. Namun aku begitu
yakin suatu hal yang membuat kejadian semua orang tertidur karena keadaan langit. Langit membentuk semuanya menjadi seragam,
langit membentuk semuanya menjadi satu pendapat. Aku tersenyum dengan lesung
pipiku yang terlihat ku buat-buat, saat itu pula langit memperhatikanku dengan
apa saja yang ada sekitarku.
Keserasian langit yang manakah, yang harus
kuhendaki. Namun langit masih ku pertanyakan, apakah langit meminta sesuatu
keserasian yang menyatu dengan keadaan bumi bulat dan bundar ini. intinya ada
pada kecerdasan yang memang masih terus berkembang dan berkembang sehingga
langit bisa di buat-buat hingga saat ini. Bahkan langitpun bisa diatur dan di buat-buat dari dulu sepertinya. Dan akhirnya
akan ada hal lain lagi yang kuceritakan mengenaimu langit, masih saja mengenai
keserasian namun dalam bentuk lain. Dan akhirnya aku hanya meminta teruslah
hujan saja pada saat 5 bulan terakhir ini, kalaupun memenuhi. Ku kira langit
bercanda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar