Minggu, 16 Desember 2012

Keserasian Langit

Keserasian Langit

Saatku mulai beranjak, mengenai perihal antara aku dengan penyatuan molekul-molekul yang ada di titik rasa. Berputar di semenajung ke elokan rupa-rupa yang terus tertawa melewati bintik-bintik asa yang di rasakan pada musim ini.

Hujan terus turun, kaca-kaca yang aku lalui berembun lembut. Saat itu pula semua rasa menajdi embun yang sama, kali ini setitik air yang mulai mencair dari embun tersebut menuruni perlahan-lahan kaca itu dan mulai menghilang. Entah menghilang kemana, mungkin pergi ke celah-celah kecil yang membuat ia teralir lagi menjadi hujan lagi dan menjadi embun lagi dan akhirnya bertemu awan sehingga begitu seterusnya.

Aku memantaskan dengan pakean apa hari ini, tetap saja tidak ada yang merasakan sesuatu yang perlu di obrolkan dari segi memantaskan tampilan ini. tampilan, hanya sebatas aku yang berpenampilan yang mengenakan pakean yang bagus di anggap semua orang tau. Layak, keren, sederhana, atau kayakah. Semuanya bertemu dengan keadaan seperti ini, sehingga membuatnya lebih banyak mencari pakean-pakean yang jujur. Dan di ketahui jarum yang membuat baju tersebut sedikit banyak tidak menggunakan perasaan lagi. Berawal dan bermula dari aku yang sedang tidak mau berbagi kepada siapapun mengenai diriku. Jahit menjahit adalah sebuah perasaan bagiku, sehingga itulah aku memantaskan apa yang di inginkan oleh langit.

Langit mau memantaskan apa terhadapku, mengenai pakean-pakean sobek yang mendukung wajah kasihanku sehingga bisa di berikan beberapa rupiah untuk mendapat wejangan yang layak hari ini. dan kurasa aku tidak mendapat cibiran mengenai hal itu. tidak mungkin. Aku bukan bagian dari hal itu, seandainya perlukah aku memantaskan diri terhadap  langit. Bagiku sebuah kepantasan ketika langit tersebut berceloteh dengan suara gemuruh yang sudah terkira langit terlihat marah. Apakah dengan pakean lainnya yang bisa membuat langit bergembira, kurasa tidak. Namun ku yakin iya bahwa ada hal yang lain dari langit, tetapi aku tidak tau isi hatinya. Bisa saja hal lainya. Di bilang luarnya langit semuanya memang seperti itu, seperti yang terlihat dalam waktu 20 tahun ini.

Langit bukan apa-apa yang membuat menajdi gusar. Kediaman yang langit pendam tidak menyangkut perihal apa yang aku pakai. Isi, kosong, lalu ku isi lagi hingga sampai seterusnya dan akhirnya kosong selamanya. Akankah langit bertepuk tangan lalu menangis sebab aku sudah tidak mampu lagi mengenakan hal tersebut yang membuat aku lebih leluasa untuk bergerak berkomunikasi.

Jangan memberikan aku sebuah kesimpulan yang telanjang terhadap hal yang menyenangkan ketika mengahadapi hal ini. hal ini adalah hal tersebut terhadap hal-hal yang ku anggap pantas dan aku ambil. Sepertinya langit tidak memusingkan itu. mengenai apa ia bergemuruh lagi, aku rasa mengenai suatu alasan yang tidak bisa di anggap percuma untuk menjenguk langit saat ia berkeluh kesah. Entah kepada siapa. Ini adalah suatu hal yang tabu ataupun tidak tabu. Yang aku rasa inilah suatu hal yang baru dalam berbagi emosi masing-masing terhadapmu langit. Tidak pernah berhenti, langit tidak pernah berhenti untuk diam. Sehingga di sadari memang pekerjaannya hanya diam. Langit selalu memperhatikan aku sebagai mahluk. Semuanya makhluk, terkadang aku sering memperhatikan langit. Di tempat, wilayah, dan tanah berbeda. Apa yang langit minta, kurasa tidak ada.

Suatu kali langit. Kita bisa bercengkerama dengan hal lain. Di alam lain, bahkan waktunyapun berhenti. Langit kritisi aku. Aku meminta begitu, namun  tidak pernah aku lontarkan terhadapmu langit. Apalagi dalam hal mengenai terang-terngan yang sangat di sukai orang-orang timur dalam segi to dopoint. Apakah langit mengerti akan hal itu. kurasa mengerti, kurasa pula tidak sama sekali. Namun aku begitu yakin suatu hal yang membuat kejadian semua orang tertidur karena keadaan langit.  Langit membentuk semuanya menjadi seragam, langit membentuk semuanya menjadi satu pendapat. Aku tersenyum dengan lesung pipiku yang terlihat ku buat-buat, saat itu pula langit memperhatikanku dengan apa saja yang ada sekitarku.

Keserasian langit yang manakah, yang harus kuhendaki. Namun langit masih ku pertanyakan, apakah langit meminta sesuatu keserasian yang menyatu dengan keadaan bumi bulat dan bundar ini. intinya ada pada kecerdasan yang memang masih terus berkembang dan berkembang sehingga langit bisa di buat-buat hingga saat ini. Bahkan langitpun bisa diatur dan di buat-buat dari dulu sepertinya. Dan akhirnya akan ada hal lain lagi yang kuceritakan mengenaimu langit, masih saja mengenai keserasian namun dalam bentuk lain. Dan akhirnya aku hanya meminta teruslah hujan saja pada saat 5 bulan terakhir ini, kalaupun memenuhi. Ku kira langit bercanda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar