Aku menyadari banyak keresahan yang
aku alami pada saat ini, pada saat bulan ini. bulan yang menandakan musim hujan
yang terus turun tanpa mengenal waktu apapun. Sebuah keresahan, dimana cahaya
di sela-sela pintu ruang hunianku menyentuh dinding putih tersebut dan
membuatnya semakin hangat dan putih yang ramah. Namun semuanya adalah dari
keresahanku, keresahan yang aku tidak mengerti karena apa timbul keresahan
tersebut. mungkin keresahan tersebut datang dari sebuah rasa penolakkan ku
terhadap nilai-nilai yang ada dalam diriku dan lingkungan sekitarku.
Keresahan dari aku yang telah tidak
berpendapat dan bertukar pikiran terhadap apa yang sudah aku yakini sejak
kecil. “yah” apakah aku sudah merasakan sebuah arti keyakinan yang secara tidak
sadar sudah melekat dalam diriku yang selalu aku urus ini. apakah pikiranku terlalu lancang untuk
menolak dengan menyatakan berbagai alasan yang aku punya untuk berdalih. Tak
lagi memohon, tak lagi menundukkan kelapa untuk meminta dan menyalamatkan diri
( ini adalah pemikiran yang dangkal ). Sebenarnya hal apa yang kucari dalam
keresahanku tersebut. aku merasakan ketidak tenangan terhadap hal apa saja yang
ada di depanku. seperti waktu, angin, ruang yang aku ada disana dan di isi oleh
banyak orang.
Apa ini, apa yang membuat semuanya semakin
menjadi lebih jenuh dan tidak membuat aku menjadi lebih berpikir kesepian untuk
mencapai sebuah ketenangan. Aku tidak merasakan lagi sebuah satu kesatuan yang
kurasakan dulu. Antara jiwa, badan, dan pikiran. Semuanya tidak bisa bersatu
menurutku. Dalam hal ini aku sudah berada dimana, pada saat ini. resah itu ada
di dimana, letaknya ada di bagian mana dalam posisi ragaku ini.
Apakah keyakinanku yang mulai di
permainkan oleh sesuatu hal yang tidak tampak mengenai gangguan tersebut.
ataukah keyakinanku berperang dengan suatu hal yang banyak aku rasakan pada
saat ini. semuanya berasa tidak nyaman dan tidak tau harus dengan hal apa yang
harus aku akui mengenai keadaan ini. anggap saja tidak seperti biasanya.
Aku mulai kembali ke zaman yang tidak
mempunyai sesuatu hal pertimbangan yang bagus untuk berpendapat, ketika aku
melakukan perlawanan mengenai mengapa aku tidak melakukan suatu hal yang harus
aku lakukan. Malahan aku lebih mengetuhankan televisi yang aku pandang
lama-lama dengan hanya berfungsi mengisi waktu keresahan aku tersebut yang
semakin membuat aku menjadi lebih resah. dimana lagi pandangan ini, dimana lagi
aku menemukan ttik temu mengenai sebuah kesadaranku yang mulai hilang.
Tetap saja masih mengenai dengan sebuah
keyakinan yang masih aku hadapi dengan sebuah keresahan yang aku hadapi pada
saat ini, dengan adanya hujan yang terus
turun pada hari-hari yang aku lewati ini, menambah unsur dramatisku terhadap
wajahku yang terlihat bengong dan berpikir keras mengenai hal ini. keyakinan,
keyakinan, dan keyakinan yang ada. Menanam dan di tandur bagiku. tetapi
sepertinya tidak. Keyakinanku yang terus ku tumpuk lagi, mengenai lingkungan
yang secara tidak kusadari membuat aku menjadi lebih resah dan memberontak
terhadap suatu hal bahkan berbagai hal yang aku jalani.
Keresahan ini adalah sesuatu hal yang
masih aku rasakan padaa saat ini, dan dengan hal ini juga yang akan membentuk
diriku yang lain lagi. Yah berubah, menjadi diri yang lebih mengadakan
perubahan terhadap hal-hal yang baru. Tidak hanya ini saja. Semuanya
mempengaruhi untuk berubah. Aku yakin keresahan ini adalah istilah aku untuk
mencapai sebuah pertemuan dua sisi yang menjadi satu.
Aku mengalami keresahan ini, mungkin tidak
mengobrol lama lagi denganmu Tuhan , tidak meminta , bahkan aku hanya mengisi
kewajiban yang hanya berpikiran sudah di penuhi dan usai, intinya keseriusanku
perlu di pertanyakan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar